MENGENAL KABUPATEN WONOGIRI, Melalui Makanan Tradisional
MAKANAN TRADISIONAL KABUPATEN WONOGIRI
A. Nasi Tiwul
Sega tiwul merupakan salah satu makanan pokok pengganti nasi dari beras yang terbuat dari olahan singkong dan biasa dikonsumsi masyarakat di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah. Makanan ini telah dikenal sejak zaman dahulu dan menjadi warisan kuliner masyarakat Wonogiri.
Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu kabupaten yang terkenal dengan hasil panennya di bidang pertanian yaitu singkong. Di setiap daerahnya mereka menanam tanaman singkong. Singkong ini dapat tumbuh subur di Wonogiri karena kenampakan alamnya yang memiliki tanah subur dan cuaca yang baik. Singkong hasil panen ini sering kali hanya di jual begitu saja pada tengkulak, padahal jika dapat mengolahnya lagi bisa mendapatkan hasil penjualan atau nilai barang yang lebih tinggi.
Wonogiri memiliki makanan iconic yaitu nasi tiwul. Nasi tiwul berbahan baku dari singkong yang sudah dikeringkan atau biasa disebut gaplek. Gaplek adalah bahan makanan yang diolah dari ubi ketela pohon atau singkong. Prosesnya sangat mudah; ubi singkong yang telah dipanen kemudian dikupas dan dikeringkan. Gaplek yang telah kering kemudian bisa ditumbuk sebagai tepung tapioka yang bisa dibuat bermacam-macam kue.
Cara membuat tepung gaplek :
- Kupas singkong terlebih dahulu kemudian cuci sampai bersih.
- Potong singkong dengan ukuran yang tidak terlalu panjang, lalu belah menjadi dua bagian.
- Jemur singkong di bawah sinar matahari selama kurang lebih 1-2 hari. ...
- Setelah itu, jemur kembali singkong sampai kering.
- Singkong kering inilah yang disebut dengan gaplek.
Jika ditelusuri sejarahnya, tiwul sebenarnya merupakan makanan pokok masyarakat pada masa lalu. Tiwul yang berbahan baku singkong dijadikan pengganti nasi ketika harga beras tidak terbeli oleh masyarakat. Hal ini terjadi pada era penjajahan Jepang dan pada era 1960-an. Pada masa lalu, tiwul dimakan selayaknya nasi, dengan lauk pauk serta sayuran.
Komentar
Posting Komentar